Tingkatan Kelas dari Plywood (Grade)

Plywood merupakan tumpukan dari veneer (kupasan dari log kayu) yang telah melalui beberapa proses press dan pemanasan sehingga telah menyatu. Plywood banyak digunakan karena kekuatan dan ukurannya. Kayu dengan ukuran besar sangat jarang ditemukan dan beharga sangat mahal. Kayu juga dapat berubah ukuran dan pecah seiring berjalannya waktu.

Kayu yang biasa digunakan saat ini di Indonesia adalah kayu albasia alcata atau yang sering kali disebut kayu sengon. Pohon sengon ini mempunyai umur yang relatif singkat sehingga mudah diproduksi dan murah. Kayu ini juga lunak sehingga sangat mudah untuk dikelupas. Hanya saja karena sifatnya yang lunak, plywood dengan kayu sengon ini agak renyah. Selain sengon, di Indonesia banyak juga digunakan kayu meranti dan kayu karet. Sering kali plywood dibuat dengan mencampur kayu kayu ini agar menghasilkan plywood yang lebih baik dengan harga terjangkau.

Plywood dibedakan melalui grade. Silahkan perhatikan tabel dibawah ini:

Grades AB Grade C Grade D Grade E Grade
         
Penumpukan (Staggering) Max 25.4mm diagonal Max 25.4mm diagonal Max 25.4mm diagonal Max 25.4mm diagonal
Retakan yang tertutup (Closed Splits) Max 305mm dan 1 per lembar Max 455mm dan 2 per lembar Max 610mm dan 3 per lembar Max 800mm dan 4 per lembar
Retakan yang terbuka (Open Splits) Tidak ada 1.6mm x max 255mm, 1 per lembar 1.6mm x max 355mm, 1 per lembar 1.6mm x max 800mm, 1 per lembar
Sambungan yang terbuka (Open Joint) Tidak ada 1.6mm x max 305mm, 1 per lembar 1.6mm x max 455mm, 1 per lembar 1.6mm x max 800mm, 1 per lembar
Mata kayu yang sangat kecil Jarang Jarang dan menyebar Jarang dan mencolok Tidak terbatas
Mata kayu yang kecil Tidak ada Tidak ada Ada Ada
Perbedaan warna Tidak ada Sangat Sedikit Ada Ada
Lubang mata kayu Tidak ada Tidak ada Tidak ada Max 30mm diameter
Tambalan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada
Cara penulisan grade adalah face/back (muka/belakang). Contoh plywood A/B grade adalah plywood dengan muka menggunakan veneer grade A, dan belakang menggunakan veneer grade B. Untuk pasar lokal (Indonesia), plywood yang banyak dipasarkan adalah grade UTY (Utility). Grade UTY ini merupakan grade E/F. Grade F merupakan grade yang berada dibawah grade E.

Pabrik yang memproduksi grade UTY, biasanya membedakan kembali plywood menjadi UTY dan UTY-1 dimana UTY-1 berada sedikit dibawah UTY. Dengan kata lain UTY dengan sedikit cacat. Untuk plywood hasil produksi dengan cacat berlebih akan dimasukan ke grade reject. Grade reject ini hanya dapat digunakan untuk packing dan penyangga cor semen.

Grade plywood yang paling bawah adalah grade packing. Grade ini hampir sama dengan reject. Kalau reject adalah hasil produksi dari UTY yang cacat, grade packing memang dengan sengaja dibuat untuk packing. Plywood grade ini disusun dari sisa sisa veneer yang tidak dapat digunakan lagi. Grade ini banyak juga diproduksi oleh industri rumahan.