Welcome to Our New Website

Halo Semua!

Selamat datang di website kami yang baru!

Kami telah menambahkan beberapa fitur seperti pembelian online dan product catalog. Happy shopping!

Kalau ada yang kurang jelas silahkan hubungi kami di:

CV Surapathi
Jl. Cokroaminoto 138 (Depan terminal ubung)
Denpasar 80116
Bali – Indonesia
Telpon: +62.361.424831 / +62.361.427747 / +62.361.420996
Mobile: +62.85100452266 / +62.85338199687 (telkomsel)

Jenis Teakwood

Teakwood adalah salah satu jenis dari berbagai jenis fancy wood. Plywood dengan ketebalan tertentu yang dilapisi oleh irisan tipis kayu jati. Teakwood ini banyak diproduksi oleh berbagai pabrik dengan berbagai kualitas. Selalu menjadi pertanyaan pembeli kami, apa yang membedakan? kenapa harganya sedemikian jauh?
Di artikel ini akan kami deskripsikan beberapa hal penting yang membedakan teakwood ini. 
Pertama, ketebalan dari plywood yang digunakan. Pada umumnya, plywood yang digunakan tidak begitu tebal karena teakwood ini akan digunakan sebagai pelapis. Umumnya yang tersedia adalah ukuran 1.8mm sampai dengan 5mm.. 
Kedua, kualitas dari plywood yang digunakan. Hal ini dapat dilihat dari tampilan luar teakwood tersebut. Apakah ada “polisi tidur”, lubang dan sebagainya
Ketiga, kualitas dari jati yg melapisinya. Untuk lebih mudahnya, mari kita lihat dua contoh teakwood ini.

Diatas adalah dua jenis teakwood hasil produksi dari bina satria. Kedua teakwood ini menggunakan plywood dengan ketebalan 2.7mm dengan kualitas yang sama. Silver lebih murah 10.000 – 20.000 dibandingkan dengan yang gold. Perbedaan dari kedua jenis teakwood ini sangat mudah dilihat. Lapisan jati pada jenis silver memiliki kualitas yang kurang baik. Banyak terdapat warna hitam yang sangat jelas pada serat-seratnya. Jenis gold memiliki kualitas jati yang lebih baik. Tidak ada serat hitam, warnanya coklat keemasan.
Keempat, ketebalan dari irisan jati yang digunakan. Irisan yang sangat tipis akan menyebabkan masalah pada saat disanding. Hal ini dapat diketahui dengan melakukan sanding pada teakwood.
Kelima, kualitas lem yang digunakan untuk merekatkan irisan jati dengan plywood. Hal ini hanya dapat diketahui setelah melakukan coating pada teakwood. Kualitas lem yang kurang bagus dapat menyebabkan cembung-cembung pada bagian tertentu setelah melakukan coating.
Ada 5 hal yang secara garis besar membedakan berbagai jenis teakwood. Tiga hal pertama, ketebalan plywood, kualitas plywood dan kualitas teak atau jati yang digunakan dapat dilihat dari fisik teakwood. Dua hal terakhir, ketebalan irisan dan kualitas lem, hanya dapat diketahui setelah melewati beberapa proses produksi. Untuk menghindari dua hal terakhir, gunakan merk teakwood yang sudah teruji atau nasehat dari penjual.

Bata Ringan Batako Tips

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan berkunjung ke salah satu proyek hotel di wilayah seminyak. Di proyek ini, semua tembok menggunakan bata ringan baik sebagai pembatas kamar, teras luar, pagar dan sebagainya. Saya menjadi penasaran, apakah penggunaan bata ringan ini menguntungkan?
Ada beberapa pilihan bahan untuk pembuatan tembok:
  1. Bata Merah
  2. Batako 
  3. Bataton
  4. Bata ringan 
Semua dari bahan diatas memiliki nilai lebih dibandingkan yang lainnya. Bata merah yang telah digunakan dari jaman nenek moyang kita, memiliki kekuatan karena bentuknya yang kecil dan padat. Batako merupakan bahan yang termurah. Bataton yang merupakan cetakan beton memiliki kelebihan dari bentuknya yang unik. Bata ringan umumnya yang termahal.
Mari kita perhatikan perumpamaan berikut:
Per tanggal 23 Januari 2013, harga dari
  1. Bata Merah – Rp. 700,- Ukuran 22.5 x 5 x 10
  2. Batako Putih – Rp. 2.500,- Ukuran 39 x 17 x 9
  3. Bata Ringan AAC (contoh Citicon / Hebel) – Rp. 10.000 Ukuran 20 x 60 x 7.5
  4. Bata Ringan CLC – Rp. 7.000 Ukuran 20 x 60 x 7.5
Disini saya menggunakan batako putih yaitu batako yang menggunakan pasir dari bukit kapur dalam proses pembuatannya. Batako ini UMUMNYA lebih baik dari batako abu-abu karena kandungan tanah yang lebih sedikit. Tanah membuat batako renyah karena sulit menyatu dengan semen. Kita perumpamakan, kita akan membuat tembok 1m x 1m, dan untuk mempermudah perhitungan, kita abaikan perekat semen pasir dll, maka
  1. Bata Merah – 1.5kg – 88.88 buah – Rp. 62.216,-
  2. Batako Putih – 9kg – 15.08 buah – Rp. 37.700,-
  3. Bata Ringan AAC – 5kg – 8.33 buah – Rp. 83.333,-
  4. Bata Ringan CLC – 6kg – 8.33 buah – Rp. 58.310,-
Perhitungan ini tentunya tidak akurat karena mengabaikan perekat antar bata / batako, tapi cukup memberikan kita gambaran biayanya secara garis besar. Saya tidak mempunyai data harga untuk bataton karena tidak menjualnya. Bataton dipopulerkan oleh Holcim yang mana pabriknya dapat anda miliki dengan system franchise. Saya pernah berkunjung ke pabrik bataton di daerah gianyar bali pada saat pembukaan. Bentuk dari bataton ini unik yang mana bisa saling mengikat antar bataton dan besi betonnya. Hanya saja bataton ini untuk bangunan yang tidak besar. Kalau saya TIDAK SALAH maximal 2 lantai.
Dari perhitungan kasar diatas, kita mendapatkan gambaran biaya dari tiap-tiap bahan. Batako yang paling murah, proses pembuatan lumayan cepat hanya 15 buah, tetapi paling rapuh. Bata Ringan AAC yang paling mahal, proses pembuatan tembok sangat cepat, hanya 8 buah. Bata Merah dan Bata Ringan CLC kurang lebih mempunyai biaya yang sama. Dalam proses pembuatan bata merah sangat lama karena harus menumpuk hampir 90 buah bata. Tetapi dari segi kekuatan, bata merah saya RASA yang terkuat.
Dapat saya simpulkan seperti ini: apabila yang dibutuhkan hanya murah maka jawabannya batako dan apabila yang dibutuhkan hanya kuat maka jawabannya bata merah. Dua bahan ini sudah jelas. Bata ringan untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Bata ringan memiliki beberapa keunggulan dibanding batako dan bata merah. Berat jenis bata ringan lebih kecil dari air sehingga apabila di kolam akan terapung. Karena ringan, struktur gedung dapat lebih murah, pengangkutan lebih murah, jumlah buruh juga berkurang. Banyaknya udara yang terdapat di bata ringan membuat bata ringan dapat lebih menahan panas atau dingin dari suatu ruangan dan juga lebih kedap. Disamping itu, bata ringan sangat mudah untuk dipotong.
Di bali, bata ringan yang diketahui umumnya yang berwarna putih. Bata ringan jenis ini berasal dari berbagai merk seperti citicon, hebel, celcon. Di proyek hotel yang saya kunjungi ini menggunakan bata ringan berwarna abu-abu. Ada dua jenis bata ringan: bata ringan Autoclaved aerated concrete / AAC dan Celular Lightweight Concrete / CLC. AAC adalah produk bata ringan dari citicon, hebel dan celcon. CLC kebanyakan dibuat oleh pabrikan yang lebih kecil karena proses pembuatannya lebih mudah dan investasi yang tidak besar.
Perbedaan mendasar adalah pada campuran kimia yang digunakan dalam proses pembuatan. Prinsip dari kedua bata ringan ini sama yaitu campuran beton yang “di-gelembung-kan”. AAC menggunakan aluminium powder untuk penggelembungannya dan melalui proses pemanasan yang ekstrim untuk penguapan sehingga menjadi keras. CLC menggunakan foam dan hanya dibiarkan beberapa hari agar mengeras. Dengan proses yang sedemikian komplek, AAC menghasilkan bata ringan yang lebih kuat. Beberapa sumber menyebutkan kekuatannya bisa sampai 4x lipat, namun pada umumnya 2x lipat.
Menurut saya bata ringan CLC menjadi suatu alternatif yang menarik, harga yang tidak terlalu mahal dan lebih kuat dari batako. Jadi tentukan pilihan anda? Kami siap untuk men-supply anda !
.

Film Faced Alternative – Phenolic Film – Polyfilm

Salah satu kegunaan plywood adalah panel pembentukan untuk kontruksi. Seperti pada gambar dibawah ini: 
Salah satu masalah yang dihadapi dalam pembentukan kontruksi:
  • Plywood mudah rusak karena tersiram campuran semen. Sehingga plywood pada panel pembentukan harus diganti dan ini memakan waktu yang tidak sedikit. 
  • Pada saat melepaskan panel ini, plywood sering kali robek dan menyisakan robek-robekan tersebut pada beton. Hal ini kembali memakan banyak waktu untuk membersihkannya. 
Karena dua alasan diatas, plywood yang baik digunakan untuk panel kontruksi ini adalah film faced plywood yaitu plywood yang dilapisi oleh suatu film pada face dan atau back nya. Film ini licin, halus dan bersifat anti air sehingga plywood ini tidak mudah rusak, tidak menyisakan sobekan pada beton dan tentunya dapat digunakan berulang-ulang kali. Tetapi, saat ini di Indonesia, pabrik untuk film faced plywood ini sangat terbatas. Sehingga supply ke pasar juga sangat minim.

Sebagai alternatif, polyester / resin / polyfilm plywood ini muncul. Polyester memiliki sifat anti air, licin dan halus sama seperti film. Masalah diatas dapat dengan baik juga diatasi oleh polyester / resin plywood ini.

Tapi kenapa film faced plywood lebih kuat dibanding polyester / polyfilm plywood?
Plywood yang digunakan umumnya berbeda. Film faced plywood umumnya menggunakan plywood yang menggunakan lem yang tahan air atau marine grade. Polyester plywood umumnya menggunakan plywood biasa yaitu UTY grade sehingga tidak begitu tahan terhadap air.

Sebagai gambaran harga dari 18mm Film Faced Plywood Both Side (marine grade) saat ini ada dikisaran Rp. 325.000,-. Untuk 18mm Polyester / Resin / Polyfilm Plywood Both Side (uty grade) Rp. Rp. 260.000,-

Agar lebih awet, sebaiknya pada ujung dari plywood ini di lapisi vernis sehingga lebih tahan terhadap air. 

Kami sendiri memproduksi polyester / resin / polyfilm plywood ini. Sudah banyak digunakan di kontruksi-kontruksi besar di Bali. Plywood yang kami gunakan umumnya merk PALEM, tapi dapat kami sesuaikan dengan permintaan.

Tip Triplex Melamin Melaminto

Di artikel ini anda akan mendapatkan gambaran bagaimana cara memilih polyester plywood, triplex melamin atau yang sering disebut juga melaminto yang baik. 

Problem yang sering ditemukan pada melaminto dapat dijabarkan sebagai berikut:
– permukaan yang tidak rata atau bergelombang
– terdapat bintik-bintik atau lubang-lubang pada permukaan
– pinggiran yang terbuka antara lapisan melamin dan triplex
– pada saat dipotong, lapisan melamin dan triplex terbuka
– pada saat dipotong atau dipaku, lapisan melamin pada triplex pecah agak lebar

Dalam memilih melaminto yang baik, kita harus menghindari point-point diatas.

Point 1: Kerataan dan gelombang

Permukaan yang tidak rata atau bergelombang ini disebabkan oleh 2 hal. Pertama, karena bahan baku triplex yang kurang baik. Pada triplex yang kurang baik, lapisan tengah atau core triplexnya banyak terdapat lubang yang besar. Kedua, pengerjaan pada saat melapis melamin yang kurang baik.

Masalah ini dapat dengan mudah dilihat dibawah sinar matahari atau lampu dari berbagai sudut. Caranya mudah, taruh melaminto dibawah lampu atau sinar matahari, lalu lengkungkan sedikit dan perhatikan apakah ada bagian-bagian yang bergelombang. Bila ada, ini disebabkan oleh bahan baku triplex yang kurang baik. Lalu pengecekan kedua, gerakan melaminto dengan mengangkat sebelah kiri dan kanan bergantian sehingga merubah sudut sinar. Apabila ada tempat yang tidak rata atau bergelombang akan terlihat jelas.

Point 2: lubang dan bintik
Hal ini disebabkan oleh proses pelapisan yang kurang baik. Hal ini dapat dilihat dengan jelas dibawah sinar.

Point 3 dan 4: penempelan lapisan pada triplex
Hal ini disebabkan oleh proses penempelan awal yang kurang baik. Penyebab dari problem ini adalah kualitas lem yang tidak baik, alat press yang tidak baik dan kualitas bahan baku triplex yang tidak baik.

Point 5: pecah
Hal ini disebabkan proses pelapisan akhir yang kurang baik dimana lapisan atas yang kurang menyatu dengan lapisan bawahnya. Hal ini sangat jarang ditemukan pada melaminto yang menggunakan dasar kertas. Semua melaminto yang beredar dipasar saat ini menggunakan kertas sebagai dasar.

Produk kami sangat kami jaga agar terhindar dari semua masalah-masalah tersebut diatas. Kami melakukan grading atau seleksi ketat untuk setiap produk akhir kami sehingga dapat dipastikan rata, tidak bergelombang, tidak berbintik ataupun berlubang. 

Kami menggunakan lem kualitas export untuk menjamin proses penempelan awal ini sempurna. Alat press kami merupakan salah satu yang terbaik didalam industri saat ini yang mana terdiri dari 3 roller panas dan 3 roller press. Alat press ini memastikan proses penempelan awal ini menghasilkan hasil yang maximal sehingga terbukanya lapisan melamin dengan triplex tidak terjadi.

GARANSI
Pembuatan polyester plywood atau triplex melaminto memerlukan ketelitian yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. Berbagai proses kami lakukan untuk menghindari semua masalah diatas. Tapi akan selalu ada human error. Maka dari itu kami memberikan garansi apabila terdapat masalah pada produk kami seperti masalah diatas atau lainnya, silahkan kembalikan ke kami baik dalam bentuk utuh maupun terpotong. Kami dengan senang hati menukarnya. Terpotong dalam hal ini tidak sampai putus. Ini untuk memastikan bahwa produk tersebut adalah produk kami.

Besi Beton Nickel Chrome 20CrNi

Tidak lama lagi akan segera beredar di Indonesia besi beton yang mengandung nickel dan chrome. Saya sangat beruntung dapat hadir pada presentasi besi beton yang mengandung nickel dan chrome ini. Perusahaan yang memproduksinya adalah China Nickel Resources. Sementara ini mereka akan meng-importnya dari China. Pabriknya sedang dibangun di Kalimantan Selatan, dimana tambang besi yang special ini ditemukan.

Sejarahnya, tambang besi ini ditemukan beberapa tahun lalu. Pemerintah Indonesia berusaha menjualnya. Tetapi tidak satu pun pabrik besi yang tertarik karena biji besi nya tidak dapat digunakan. Krakatau steel sebagai salah satu pabrik besi terbesar di Asia Tenggara, juga menolaknya. Pemilik China Nickel Resources melihat kesempatan ini dan mencari suatu teknologi sehingga biji besi ini dapat diolah. Dan kini mereka sudah dapat mengolahnya. Mereka bahkan menemukan kandungan nickel dan chrome pada biji besi di tambang ini, yang mana menjadi keunggulan produk besi mereka. Besi ini mereka disebut 20CrNi. Di tiap besi nya mengandung sekitar 1-2% unsur Nickel dan Chrome.

Ada 2 keunggulan utama dari besi ini: tahan karat dan tahan gempa.

Tahan karat karena terdapat kandung nickel dan chrome ini. Besi mempunyai pori-pori. Melalui pori-pori ini, oksigen masuk sehingga terjadi oksidasi dan membuat besi berkarat. Dengan adanya nickel dan chrome, proses oksidasi menjadi tidak mudah sehingga besi lebih tahan karat.

Mengapa tahan karat itu penting?
Besi ini akan tertanam di beton. Besi yang berkarat akan mengembang. Pengembangan ini akan merusak beton tentunya. Struktur beton dan besi akan menjadi rapuh.

Besi ini juga di claim lebih tahan terhadap gempa. Gempa ada yang vertikal, horizontal dan campuran. Struktur beton yang akan menahan gempa vertikal. Stuktur besi yang menahan gempa horizontal. Untuk menahan gempa besi harus memiliki kekuatan agar tidak mudah patah. Dengan adanya nickel dan chrome ini, hal ini dapat terrealisasi.

Logikanya begini: dengan kandungan nickel dan chrome, sel-sel besi menjadi lebih stabil terutama pada proses produksinya. Fosfor merupakan musuh dalam proses pembuatan besi. Unsur fosfor ini menyebabkan besi mudah patah. Begitu juga pada proses pendinginan. Karena sel-sel besi yang lebih stabil unsur fosfor ini dapat banyak dikurangi, proses pendinginan pun dapat berjalan sehingga menghasilkan sel-sel besi yang lebih rapat.

Harga KATANYA bakal seharga besi KS. Kita tunggu kehadirannya di Indonesia!

Semen di Bali Indonesia

Saat ini ada 4 merk semen yang terkenal dipasaran yaitu Gresik, Tiga Roda, Holcim dan Bosowa. Persaingan belakangan ini telah membuat harga dan supply semen lebih terkontrol.

Harga eceran semen saat ini untuk daerah Denpasar dalam kemasan 40kg

Gresik – Rp. 48.000,-

Tiga Roda – Rp. 47.000,-

Holcim – Rp. 47.000,-

Bosowa – Rp. 46.000,-

Sebetulnya apa yang membedakan semen-semen ini? Telah menjadi pertanyaan saya dari beberapa waktu lamanya..

Tipe-tipe Semen

Semen dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Standard amerika menyebutkan terdapat 5 tipe semen dari tipe 1 – 5. Perbedaannya terdapat pada komposisi kimia yang disesuaikan dengan kegunaannya.

– Tipe 1 untuk umum.

– Tipe 2 adalah tipe 1 yang ditambahkan sulfate yang berguna untuk tanah yang banyak mengandung sulfur seperti daerah tepi pantai.

– Tipe 3 adalah semen yang mengeras lebih cepat dari semen tipe lain, tetapi dalam jangka waktu lama kekokohannya tidak sebaik semen tipe lain. Semen ini banyak digunakan untuk kontruksi emergensi dan tatakan mesin.

– Tipe 4 adalah semen yang mengeras sangat lambat, biasa digunakan untuk pembuatan bendungan. Semen ini paling kokoh dalam jangka waktu lama.

– Tipe 5 adalah semen yang mengandung kadar sulfate yang tinggi. Semen ini banyak digunakan untuk beton di laut.

Lain hal nya dalam standard eropa. Semen dibedakan menjadi 5 kelas: 1 – 5. Mereka dibedakan dari campurannya.

– I: Portland cement – mengandung portland semen dengan tambahan sampai dengan 5% tambahan material lainnya

– II: Portland-composite cement – mengandung portland semen dengan tambahan sampai dengan 35% material lainnya

– III: Blasfurnace cement – mengandung portland semen dengan tambahan material blasfurnace

– IV: Pozzolanic cement – mengandung portland semen dengan tambahan material pozzolan

– V: Composite cement- mengandung portland semen dengan tambahan material blasfurnace dan pozzolan

Indonesia dalam hal ini lebih condong mengikuti standard eropa.

SNI 15-2049-2004 – Semen portland / Ordinary Portland Cement (OPC)
SNI 15-0302-2004 – Semen portland pozolan / Portland Pozzolan Cement (PPC)
SNI 15-7064-2004 – Semen portland komposit
Semen di Pasar Retail

Semen Tiga Roda yang ada dipasaran pada umumnya adalah Semen Tiga Roda Jenis PCC (Portland Composite Cement) dengan SNI 15-7064-2004
Semen Gresik umumnya dipasaran adalah Semen Gresik Jenis PPC (Portland Pozzolan Cement) dengan SNI 15-0302-2004
Semen Bosowa pada umumnya adalah Semen Bosowa Multi Guna dengan SNI 15-7064-2004
Semen Holcim pada umumnya adalah Semen Holcim Serba Guna dengan SNI 15-7064-2004
Foto dapat dilihat di http://s856.photobucket.com/albums/ab122/hansbali/blogger/

Kalau kita perhatikan diatas, hanya Semen Gresik yang menggunakan SNI yang berbeda. Semen Gresik menggunakan semen tipe Pozzolan.

Pozzolan vs Composite

Semen Porland Komposit menggunakan gips, blast furnace slag, pozzolan, senyawa silikat, batu kapur dan sebagainya dari 6-35% dari total massa portland semen komposit. Semen Portland Pozzolan menggunakan Pozzolan seperti debu vulkanik, debu hasil pemrosesan batu bara, dan sebagainya sebagai bahan tambahan dengan komposisi dari 6 – 40% dari total massa portland semen pozzolan.

Berbagai studi salah satunya oleh National Science Foundation di Srilanka http://thakshana.nsf.ac.lk/pdf/JNSF1-25/JNSF7_1/JNSF7_1_57.pdf menunjukan penggunaan Pozzolan ini membuat beton semakin lama menjadi lebih kokoh dibanding dengan yang tipe lainnya. Maka tidak salah saya rasa Semen Gresik berani memasang moto “Kokoh, Tak Tertandingi”

Mari kita lihat syarat fisika dari kedua SNI ini. Terdapat beberapa syarat fisika yang harus dipenuhi dalam 2 SNI ini seperti kehalusan, kekekalan (pemuaian dan penyusutan), kekuatan tekan, panas hidrasi, kandungan udara dan waktu pengikatan. Dari syarat-syarat yang ada, hanya ada 1 perbedaan dari 2 SNI ini yaitu waktu pengikatan akhir dengan kata lain waktu yang diperlukan campuran semen untuk terbentuk menjadi padatan yang utuh. Komposit memberikan syarat maximal 375 menit, sedangkan Pozzolan dengan syarat maximal 420 menit. Artinya apa? Pozzolan lebih lama mengeras dibanding Komposit.

Pozzolan juga banyak mempunyai keunggulan lain seperti mengurangi retakan, melindungi besi dari karat, mempunyai ketahanan yang lebih lama, dll ( http://www.naturalpozzolan.com/benefits.html).

Info dari pengguna

Selain dari sisi teori, ada perlunya kita melihat seperti apa dilapangan. Saya menggali info dari beberapa tukang bangunan dan pabrik batako. Dapat saya simpulkan, tidak ada perbedaan mendasar. Perbedaan hanya pada waktu campuran semen mengeras atau dalam bahasa ilmiahya waktu pengikatan akhir. Waktu ini saya rasa tidak terlalu penting semasih dalam syarat SNI.

Jadi mana yang lebih bagus?

Dengan berbagai informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa Semen Gresik lah yang terbaik. Pozzolan telah terbukti lebih kokoh dan memiliki beberapa keunggulan dibanding campuran lainnya.

Ketiga semen lainnya dapat disimpulkan mempunyai kualitas yang hampir sama. Perbedaan hanya dimungkinan pada jarak minimum dan maximum dari suatu syarat di SNI. Jarak ini tentunya tidak jauh karena tujuan dari suatu SNI adalah menyeragamkan mutu suatu produk.

Kalau dilihat dari valuenya, belum tentu Semen Gresik yang terbaik. Semen Gresik berbeda Rp. 5.500,- dengan Semen Bosowa atau sekitar 14.2%. Suatu gap yang sangat besar. Apakah 14.2% dari total nilai semen sesuai dengan keunggulannya? hmm..

Ini semakin membuat kita sadar akan perlunya marketing strategy yang handal. Semen Gresik telah membuktikan diri digunakan diberbagai proyek penting seperti yang terakhir jembatan suramadu yang menyambung jawa dan madura. Moto yang digunakan juga sangat mendukung bahwa Semen Gresik yang terkokoh. Hal ini sering dikomunikasikan ke masyarakat melalui iklan dan presentasi-presentasi. Saya belum pernah melihat iklan Semen Bosowa di tv. Saya rasa Semen Bosowa saat ini menggunakan strategi harga termurah untuk meraih pasar.

Sumber

http://en.wikipedia.org/wiki/Portland_cement

http://www.bsn.go.id/

Tingkatan Kelas dari Plywood (Grade)

Plywood merupakan tumpukan dari veneer (kupasan dari log kayu) yang telah melalui beberapa proses press dan pemanasan sehingga telah menyatu. Plywood banyak digunakan karena kekuatan dan ukurannya. Kayu dengan ukuran besar sangat jarang ditemukan dan beharga sangat mahal. Kayu juga dapat berubah ukuran dan pecah seiring berjalannya waktu.

Kayu yang biasa digunakan saat ini di Indonesia adalah kayu albasia alcata atau yang sering kali disebut kayu sengon. Pohon sengon ini mempunyai umur yang relatif singkat sehingga mudah diproduksi dan murah. Kayu ini juga lunak sehingga sangat mudah untuk dikelupas. Hanya saja karena sifatnya yang lunak, plywood dengan kayu sengon ini agak renyah. Selain sengon, di Indonesia banyak juga digunakan kayu meranti dan kayu karet. Sering kali plywood dibuat dengan mencampur kayu kayu ini agar menghasilkan plywood yang lebih baik dengan harga terjangkau.

Plywood dibedakan melalui grade. Silahkan perhatikan tabel dibawah ini:

Grades AB Grade C Grade D Grade E Grade
         
Penumpukan (Staggering) Max 25.4mm diagonal Max 25.4mm diagonal Max 25.4mm diagonal Max 25.4mm diagonal
Retakan yang tertutup (Closed Splits) Max 305mm dan 1 per lembar Max 455mm dan 2 per lembar Max 610mm dan 3 per lembar Max 800mm dan 4 per lembar
Retakan yang terbuka (Open Splits) Tidak ada 1.6mm x max 255mm, 1 per lembar 1.6mm x max 355mm, 1 per lembar 1.6mm x max 800mm, 1 per lembar
Sambungan yang terbuka (Open Joint) Tidak ada 1.6mm x max 305mm, 1 per lembar 1.6mm x max 455mm, 1 per lembar 1.6mm x max 800mm, 1 per lembar
Mata kayu yang sangat kecil Jarang Jarang dan menyebar Jarang dan mencolok Tidak terbatas
Mata kayu yang kecil Tidak ada Tidak ada Ada Ada
Perbedaan warna Tidak ada Sangat Sedikit Ada Ada
Lubang mata kayu Tidak ada Tidak ada Tidak ada Max 30mm diameter
Tambalan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada
Cara penulisan grade adalah face/back (muka/belakang). Contoh plywood A/B grade adalah plywood dengan muka menggunakan veneer grade A, dan belakang menggunakan veneer grade B. Untuk pasar lokal (Indonesia), plywood yang banyak dipasarkan adalah grade UTY (Utility). Grade UTY ini merupakan grade E/F. Grade F merupakan grade yang berada dibawah grade E.

Pabrik yang memproduksi grade UTY, biasanya membedakan kembali plywood menjadi UTY dan UTY-1 dimana UTY-1 berada sedikit dibawah UTY. Dengan kata lain UTY dengan sedikit cacat. Untuk plywood hasil produksi dengan cacat berlebih akan dimasukan ke grade reject. Grade reject ini hanya dapat digunakan untuk packing dan penyangga cor semen.

Grade plywood yang paling bawah adalah grade packing. Grade ini hampir sama dengan reject. Kalau reject adalah hasil produksi dari UTY yang cacat, grade packing memang dengan sengaja dibuat untuk packing. Plywood grade ini disusun dari sisa sisa veneer yang tidak dapat digunakan lagi. Grade ini banyak juga diproduksi oleh industri rumahan.

Info Besi Beton – Mutu Tips & Tricks

Sedikit latar belakang bagaimana besi beton dibuat

Besi beton diproduksi secara umum terdiri dari 3 jenis: besi beton permukaan polos (round bar), besi beton ulir (deformed bar) dan besi beton kanal u (shape). Bahan baku besi beton adalah billet, yang merupakan balok baja berukuran 100 x 100 mm, 110 x 110 mm, 120 x 120mm dengan panjang masing-masing sekitar 170 mm. Bahan baku dari billet sendiri adalah besi-besi tua, skrap, serta bahan penolong seperti kokas, grafit, lime, ferro alloys yang dilebur dengan berbagai metode. Bahan penolong tadi digunakan untuk mendapatkan unsur carbon (C), Si (silicon), Mn (Mangan) yang akan sangat berpengaruh pada qualitas besi beton.

Mutu besi beton yang baik adalah yang memiliki kekuatan tarik (standard yield strength / Ys) minimal 24 kg / mm2. Kadar carbon berpengaruh besar kepada sifat mekanik dari besi beton. Kadar carbon yang terlalu besar akan membuat besi beton menjadi lebih getas dan akan meningkatkan kekerasan dan kekuatan tarik tetapi keuletannya cenderung menurun. Kadar unsur silikon berpengaruh terhadap struktur mikro besi beton. Kadar silikon yang rendah mengakibatkan besi menjadi kropos. Kadar unsur mangan berpengaruh besar pada keuletan besi beton. Unsur mangan yang terlalu banyak dapat meningkatkan keuletan tetapi mengurangi kekerasan.

Cara menghitung berat besi beton SNI (Standard Nasional Indonesia)
Polos dengan grade U24 (Standard Yield Strength: 24 kg / mm2)
Ulir dengan grade U40 (Standard Yield Strength: 40 kg / mm2)
Berat (dalam kg) = diameter (mm) * diameter (mm) * panjang (m) * 0.006165
0.006165 merupakan coefisien dalam mencari berat besi beton.
Sebagai contoh besi dengan diameter 10mm dan panjang 12m mempunyai berat
10*10*12*0.006165 = 7.398 kg

Untuk daerah bali dan sekitarnya, besi yang banyak dipasarkan adalah besi dari PT Hanil Jaya Steel – Surabaya. Hal ini dikarenakan biaya transportasi yang lebih murah dan kualitas besi beton yang baik. Besi beton SNI dari pabrik Hanil mempunyai toleransi 0.2mm dengan panjang 12m. Besi beton jenis ini mempunyai marking seperti “HIJ SNI 16mm” untuk ukuran 16mm.
Besi Beton Ulir/Sirip SNI 13mm
Besi Beton Polos SNI 10mm
Contoh diatas adalah besi beton ulir SNI 13mm (S13 = Sirip 13) dan besi beton polos SNI 10mm (P10 = Polos 10)
Selain besi beton jenis SNI, terdapat juga besi beton NON-SNI atau sering kali disebut BANCI. Kekuatan tarikan atau yield strength dari besi beton jenis ini tidak dapat dipastikan. Untuk besi beton dengan marking HJ menurut informasi dari pabrik mempunyai kekuatan U19-20 untuk yang jenis polos dan untuk jenis ulir mempunya kekuatan U25-30. Toleransi untuk besi beton jenis ini biasanya lebih besar sampai 0.3mm dengan panjang 12m dan terdapat marking dengan berbagai tanda salah satunya HJ.
Besi Beton NON SNI Ulir/Sirip 13mm
Besi Beton NON SNI Ulir/Sirip 13mm (Ukuran Sket 12.5mm)

Terdapat lagi jenis besi beton tarikan. Besi beton jenis ini biasanya tidak mempunyai panjang 12m dan tidak terdapat marking atau tanda.

Perhatian!
Terdapat fenomena belakangan ini banyak penjual menjual kawat baja dan bukan besi beton. Besi beton dengan diameter ukuran 6-10mm yang sering kali menjadi korban. Fungsi dari kawat baja sangat berbeda dengan besi beton. Kawat baja berfungsi untuk pengikat dan besi beton berfungsi untuk penyangga. Sehingga kekuatan tarikan kawat baja jauh dibawah kekuatan besi beton. Hanya saja diameter kawat baja ini sama besar dengan besi beton ukuran tertentu. Hal ini sering kali digunakan untuk mendapatkan pasar atau pun mengeruk keuntungan maximal.
Anda dapat mempercayakan supplier besi anda kepada kami. Kami hanya menjual besi dari PT Hanil Jaya Steel – Surabaya dengan marking HIJ untuk besi beton SNI dan marking HJ untuk besi beton NON-SNI.

Besi Beton Krakatau Steel Marking KS

Sudah beberapa kali saya melihat sebuah pemberitahuan di Koran Kompas dari kuasa hukum PT Krakatau Steel Tbk. Dari surat pemberitahuan tersebut, dapat saya simpulkan bahwa banyak sekali terdapat besi beton palsu dengan marking KS yang mana seharusnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel Tbk atau anak usahanya PT Krakatau Wajatama.

Beberapa yang sudah melalui proses hukum adalah marking KS HI dari PT Hansindo Indonesia dan KS TI dari PT Tobu Indonesia Steel. Pendaftaran dua merk ini sudah dibatalan oleh Putusan Mahkamah Agung sehingga menurut hukum siapaun tidak boleh memproduksi dan atau memperdagangkan merk-merk tersebut diatas.

Masih banyak lagi besi beton yang menyerupai marking KS, sebut saja KS TY, KS TJ, SKS, KS SII, KSP, KKS, KS CS, KS A, KSI, XS. Semua besi beton dengan marking ini sedang dalam masa peringatan untuk tidak menggunakan merk tersebut.

Pertanyaan yang muncul, mengapa begitu banyak yang ingin mengambil keuntungan dari merk KS ini?

PT Krakatau Steel (KS) adalah satu-satunya industry baja terpadu di Indonesia. Dalam artian, KS memproduksi baja dari bahan mentah hingga menjadi baja siap pakai. Pabrik lain umumnya membeli bahan baku besi beton berupa billet dari pihak lain yang tentunya mutu dan qualitasnya mungkin saja kurang.

Baja Tulangan (Bar Mill)

Plain (polos) diameter 8mm – 36mm dengan standard SNI 07-2052
Deformed (sirip) diameter 10mm – 36mm dengan standard SNI 07- 2052

Keunggulan yang lain dari besi beton KS adalah kadar Vanadium. Vanadium membuat besi beton menjadi tahan terhadap efek dinamis seperti gempa. Perhatikan ilustrasi berikut ini:
krakatau steel gempa kecil
Bila terjadi gempa kecil / menengah yang mana lebih kecil atau sama dengan tegangan ijin pada besi beton, struktur dapat kembali seperti semula karena tegangan terjadi masih berada didaerah elastis.
krakatau steel gempa besar
Bila terjadi gempa besar yang mana lebih besar dari tegangan ijin pada besi beton, akan terjadi deformasi plastis pada struktur, tetapi struktur tidak patah sehingga relatif lebih aman.

Besi beton KS telah mengikuti peraturan perencanaan beton bertulang untuk bangunan gedung (SNI 03-2847-02 Pasal 23), yang mana juga mengacu pada spesifikasi ASTM A 706M.

STANDARD BERAT BAJA TULANGAN

No Ukuran (mm) Berat (Kg/m) Berat (Kg/12m) / Batang Grade
Polos (P)
P-6 0,222 2,664 BjTP 24
P-8 0,395 4,740 BjTP 24
P-10 0,617 7,404 BjTP 24
P-12 0,888 10,656 BjTP 24
P-16 1,580 18,960 BjTP 24
P-19 2,230 26,760 BjTP 24
P-22 2,980 35,760 BjTP 24
P-25 3,850 46,200 BjTP 24
P-32 6,310 75,720 BjTP 24
 
Sirip / Ulir (S)
S-10 0,617 7,404 BjTD40
S-13 1,040 12,480 BjTD40
S-16 1,580 18,960 BjTD40
S-19 2,230 26,760 BjTD40
S-22 2,980 35,760 BjTD40
S-25 3,850 46,200 BjTD40
S-29 5,190 62,280 BjTD40
S-32 6,310 75,720 BjTD40

Beberapa data-data diatas saya ambil dari surat penawaran PT Krakatau Wajatama dan koran Kompas.