Film Faced Alternative – Phenolic Film – Polyfilm
- Plywood mudah rusak karena tersiram campuran semen. Sehingga plywood pada panel pembentukan harus diganti dan ini memakan waktu yang tidak sedikit.
- Pada saat melepaskan panel ini, plywood sering kali robek dan menyisakan robek-robekan tersebut pada beton. Hal ini kembali memakan banyak waktu untuk membersihkannya.
Sebagai alternatif, polyester / resin / polyfilm plywood ini muncul. Polyester memiliki sifat anti air, licin dan halus sama seperti film. Masalah diatas dapat dengan baik juga diatasi oleh polyester / resin plywood ini.
Tapi kenapa film faced plywood lebih kuat dibanding polyester / polyfilm plywood?
Plywood yang digunakan umumnya berbeda. Film faced plywood umumnya menggunakan plywood yang menggunakan lem yang tahan air atau marine grade. Polyester plywood umumnya menggunakan plywood biasa yaitu UTY grade sehingga tidak begitu tahan terhadap air.
Sebagai gambaran harga dari 18mm Film Faced Plywood Both Side (marine grade) saat ini ada dikisaran Rp. 325.000,-. Untuk 18mm Polyester / Resin / Polyfilm Plywood Both Side (uty grade) Rp. Rp. 260.000,-
Agar lebih awet, sebaiknya pada ujung dari plywood ini di lapisi vernis sehingga lebih tahan terhadap air.
Kami sendiri memproduksi polyester / resin / polyfilm plywood ini. Sudah banyak digunakan di kontruksi-kontruksi besar di Bali. Plywood yang kami gunakan umumnya merk PALEM, tapi dapat kami sesuaikan dengan permintaan.
Tip Triplex Melamin Melaminto
Di artikel ini anda akan mendapatkan gambaran bagaimana cara memilih polyester plywood, triplex melamin atau yang sering disebut juga melaminto yang baik.
Problem yang sering ditemukan pada melaminto dapat dijabarkan sebagai berikut:
– permukaan yang tidak rata atau bergelombang
– terdapat bintik-bintik atau lubang-lubang pada permukaan
– pinggiran yang terbuka antara lapisan melamin dan triplex
– pada saat dipotong, lapisan melamin dan triplex terbuka
– pada saat dipotong atau dipaku, lapisan melamin pada triplex pecah agak lebar
Dalam memilih melaminto yang baik, kita harus menghindari point-point diatas.
Point 1: Kerataan dan gelombang
Permukaan yang tidak rata atau bergelombang ini disebabkan oleh 2 hal. Pertama, karena bahan baku triplex yang kurang baik. Pada triplex yang kurang baik, lapisan tengah atau core triplexnya banyak terdapat lubang yang besar. Kedua, pengerjaan pada saat melapis melamin yang kurang baik.
Masalah ini dapat dengan mudah dilihat dibawah sinar matahari atau lampu dari berbagai sudut. Caranya mudah, taruh melaminto dibawah lampu atau sinar matahari, lalu lengkungkan sedikit dan perhatikan apakah ada bagian-bagian yang bergelombang. Bila ada, ini disebabkan oleh bahan baku triplex yang kurang baik. Lalu pengecekan kedua, gerakan melaminto dengan mengangkat sebelah kiri dan kanan bergantian sehingga merubah sudut sinar. Apabila ada tempat yang tidak rata atau bergelombang akan terlihat jelas.
Point 2: lubang dan bintik
Hal ini disebabkan oleh proses pelapisan yang kurang baik. Hal ini dapat dilihat dengan jelas dibawah sinar.
Point 3 dan 4: penempelan lapisan pada triplex
Hal ini disebabkan oleh proses penempelan awal yang kurang baik. Penyebab dari problem ini adalah kualitas lem yang tidak baik, alat press yang tidak baik dan kualitas bahan baku triplex yang tidak baik.
Point 5: pecah
Hal ini disebabkan proses pelapisan akhir yang kurang baik dimana lapisan atas yang kurang menyatu dengan lapisan bawahnya. Hal ini sangat jarang ditemukan pada melaminto yang menggunakan dasar kertas. Semua melaminto yang beredar dipasar saat ini menggunakan kertas sebagai dasar.
Produk kami sangat kami jaga agar terhindar dari semua masalah-masalah tersebut diatas. Kami melakukan grading atau seleksi ketat untuk setiap produk akhir kami sehingga dapat dipastikan rata, tidak bergelombang, tidak berbintik ataupun berlubang.
Kami menggunakan lem kualitas export untuk menjamin proses penempelan awal ini sempurna. Alat press kami merupakan salah satu yang terbaik didalam industri saat ini yang mana terdiri dari 3 roller panas dan 3 roller press. Alat press ini memastikan proses penempelan awal ini menghasilkan hasil yang maximal sehingga terbukanya lapisan melamin dengan triplex tidak terjadi.
GARANSI
Pembuatan polyester plywood atau triplex melaminto memerlukan ketelitian yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. Berbagai proses kami lakukan untuk menghindari semua masalah diatas. Tapi akan selalu ada human error. Maka dari itu kami memberikan garansi apabila terdapat masalah pada produk kami seperti masalah diatas atau lainnya, silahkan kembalikan ke kami baik dalam bentuk utuh maupun terpotong. Kami dengan senang hati menukarnya. Terpotong dalam hal ini tidak sampai putus. Ini untuk memastikan bahwa produk tersebut adalah produk kami.
Tingkatan Kelas dari Plywood (Grade)
Kayu yang biasa digunakan saat ini di Indonesia adalah kayu albasia alcata atau yang sering kali disebut kayu sengon. Pohon sengon ini mempunyai umur yang relatif singkat sehingga mudah diproduksi dan murah. Kayu ini juga lunak sehingga sangat mudah untuk dikelupas. Hanya saja karena sifatnya yang lunak, plywood dengan kayu sengon ini agak renyah. Selain sengon, di Indonesia banyak juga digunakan kayu meranti dan kayu karet. Sering kali plywood dibuat dengan mencampur kayu kayu ini agar menghasilkan plywood yang lebih baik dengan harga terjangkau.
Plywood dibedakan melalui grade. Silahkan perhatikan tabel dibawah ini:
| Grades | AB Grade | C Grade | D Grade | E Grade |
| Penumpukan (Staggering) | Max 25.4mm diagonal | Max 25.4mm diagonal | Max 25.4mm diagonal | Max 25.4mm diagonal |
| Retakan yang tertutup (Closed Splits) | Max 305mm dan 1 per lembar | Max 455mm dan 2 per lembar | Max 610mm dan 3 per lembar | Max 800mm dan 4 per lembar |
| Retakan yang terbuka (Open Splits) | Tidak ada | 1.6mm x max 255mm, 1 per lembar | 1.6mm x max 355mm, 1 per lembar | 1.6mm x max 800mm, 1 per lembar |
| Sambungan yang terbuka (Open Joint) | Tidak ada | 1.6mm x max 305mm, 1 per lembar | 1.6mm x max 455mm, 1 per lembar | 1.6mm x max 800mm, 1 per lembar |
| Mata kayu yang sangat kecil | Jarang | Jarang dan menyebar | Jarang dan mencolok | Tidak terbatas |
| Mata kayu yang kecil | Tidak ada | Tidak ada | Ada | Ada |
| Perbedaan warna | Tidak ada | Sangat Sedikit | Ada | Ada |
| Lubang mata kayu | Tidak ada | Tidak ada | Tidak ada | Max 30mm diameter |
| Tambalan | Tidak ada | Tidak ada | Tidak ada | Ada |
Pabrik yang memproduksi grade UTY, biasanya membedakan kembali plywood menjadi UTY dan UTY-1 dimana UTY-1 berada sedikit dibawah UTY. Dengan kata lain UTY dengan sedikit cacat. Untuk plywood hasil produksi dengan cacat berlebih akan dimasukan ke grade reject. Grade reject ini hanya dapat digunakan untuk packing dan penyangga cor semen.
Grade plywood yang paling bawah adalah grade packing. Grade ini hampir sama dengan reject. Kalau reject adalah hasil produksi dari UTY yang cacat, grade packing memang dengan sengaja dibuat untuk packing. Plywood grade ini disusun dari sisa sisa veneer yang tidak dapat digunakan lagi. Grade ini banyak juga diproduksi oleh industri rumahan.
Plywood Kami
Kami sendiri menjual beberapa merk plywood yang akan kami jelaskan satu persatu di artikel ini.
Tunas
Merk ini merupakan produksi dari pabrik yang berlokasi di Jawa Timur. Merk ini memiliki 4 grade yaitu BBCC, UTY, UTY-1 dan Reject. Kayu yang digunakan adalah kayu sengon laut atau albasia alcata baik pada bagian core, face dan back. Karena kayu yang digunakan, plywood ini lebih ringan dan lebih renyah dibanding plywood lainnya. Tapi untuk kebutuhan yang lebih mementingkan tampilan dengan budget yang minim, plywood ini jawabannya. Plywood ini berwarna coklat keputihan. Stock kami ready untuk beberapa ketebalan grade UTY.
Palem
Merk ini satu pabrik dengan dengan merk Tunas. Merk ini juga memiliki 4 grade yaitu BBCC, UTY, UTY-1 dan Reject. Perbedaannya Palem menggunakan kayu meranti atau kelas meranti pada face dan back. Pada core menggunakan kayu sengon. Plywood ini lebih kuat dan lebih berat dibanding dengan merk Tunas. Harganya lebih mahal tentunya. Plywood ini berwarna coklat kemerahan. Pada bagian back dari plywood ini terdapat suatu cap seperti pohon kelapa yang berwarna merah atau hijau. Stock kami ready untuk beberapa ketebalan dengan grade UTY dan Reject.
KTI
Merk ini diproduksi oleh pabrik yang berlokasi di Jawa Timur. Pabrik KTI lebih berorientasi pada pasar export sehingga terkadang pasar lokal tidak kebagian. Untuk pasar lokal, merk ini hanya melempar grade UTY. Ada 2 macam kayu yang digunakan KTI yaitu sengon dan pinus. Kayu pinus ini sampai mereka import dari New Zealand. Plywood ini lebih berat dan lebih kuat dari merk Palem. Plywood ini menjadi favorit ditempat kami untuk pembuat furniture karena harganya yang terjangkau dengan kualitas yang baik. Stock kami ready untuk ketebalan diatas 9mm.
CR Meranti
Plywood CR Meranti memiliki grade UTY dan menggunakan kayu meranti atau kelas meranti dari face, core sampai back. Sehingga plywood ini sangat berat dan kuat dibanding 3 merk diatas. Stock kami ready untuk berbagai ketebalan.
Lumba-lumba Meranti
Plywood ini diproduksi oleh pabrik yang berada di Medan. Plywood ini mempunyai grade UTY dan kayu yang digunakan adalah meranti atau kelas meranti dari face, core sampai back. Menurut kami, lumba-lumba menggunakan kayu yang lebih baik dari CR Meranti. Plywood lumba-lumba agak susah didapatkan di Bali. Saat ini stock kami kosong untuk merk ini.
Sea-brand Meranti
Plywood ini mempunyai grade BBCC dan menggunakan kayu full meranti / kelasnya dari face, core sampai back. Ini merupakan produk export dan sangat jarang beredar di pasar Bali. Stock kami sangat terbatas untuk beberapa ketebalan.
Gajah Meranti
Plywood yang diproduksi oleh pabrik di Irian mempunyai grade UTY dan menggunakan kayu full meranti dari face core sampai back. Stock Ready!
Marine Plywood
Ini merupakan jenis plywood yang paling mahal dan jarang tersedia. Saat ini kami hanya memiliki 2 ketebalan: 7 dan 9mm. Plywood ini adalah plywood yang menggunakan veneer yang baik dengan lem khusus dalam kategori WBP (Water Boiled Proof), dan kerapatan antar veneer yang sangat baik sehingga tahan terhadap kelembaban tinggi. Plywood jenis ini biasa digunakan untuk boat.
Tips Memilih Plywood
Memang agak susah untuk memilih plywood yang bagus dan tidak. Cap atau tanda pada plywood sangat mudah untuk ditiru dilevel penjual sekalipun sehingga hal ini tidak dapat dijadikan satu-satunya penilaian. Lainnya halnya untuk besi beton yang mana marking / tanda hanya bisa ditiru pada level produksi / pabrik.
Beberapa tips yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
– permukaan yang rata dan sanding yang baik dapat dilihat dan diraba langsung. Dengan memainkan sedikit pencahayaan, kerataan dapat lebih mudah dilihat.
– untuk mengetahui apakah core menggunakan veneer yang baik, kita dapat menerawang plywood dibawah sinar. Apabila ada sinar yang terlihat jelas dibanding bagian lain, maka bagian core dari plywood ini tidak begitu baik. Cara ini hanya dapat digunakan pada plywood tipis yang hanya menggunakan sedikit lapisan tipis veneer.
– melihat pada pinggiran plywood, bagaimana keadaan veneer apakah terpotong-potong, apakah berbulang, bagaimana keadaan lem apakah ada yang terlepas.
– menimbang. Berat berbanding lurus dengan kekuatan plywood. Umumnya semakin berat plywood maka semakin kuat kayu yang digunakan dan semakin kuat plywood tersebut.
– bertanya kepada pengguna plywood yang sudah sering memotongnya. Sering kali customer kami yang memberikan kami masukan-masukan penting.
Tipe Jenis Plywood di Bali
Plywood di beberapa tempat lebih dikenal sebagai triplex. Untuk ukuran tebal banyak dikenal sebagai multiplex. Plywood dapat dibuat dengan minimal 3 lapisan veneer. Hal ini mengapa plywood terutama yang mempunyai ukuran tipis disebut tri-plex. Plywood dengan ukuran tebal akan membutuhkan lebih banyak veneer untuk mencapai ketebalannya. Kata plywood sendiri berdasar dari kata ply dan wood yang berarti kayu yang berlapis.
Beberapa waktu lalu banyak beredar plywood dengan kelas RA dan sampai sekarang pun beberapa orang masih sering menyebutkannya. Plywood RA ini merupakan plywood dengan grade sangat rendah. Plywood ini dibuat dari sisa sisa potongan plywood yang disusun kembali sehingga menjadi plywood utuh. Dalam penyusunannya sering kali menyisakan bagian-bagian lubang pada bagian dalam plywood. Plywood RA ini banyak dibuat oleh home industry dengan peralatan press yang minim. Proses pengelemannya dilakukan tidak begitu baik dan tidak melalui proses yang benar sehingga potongan tersebut gampang lepas. Saat ini kami belum pernah lagi mendengar kalau plywood RA ini beredar. Hal ini menurut kami dikarenakan pabrik mengeluarkan plywood dengan reject grade atau packing grade dengan harga yang rendah.
Plywood terburuk yang kami pernah dapatkan dipasar adalah plywood yang bagian corenya kardus. Hal ini tidak sengaja ditemukan oleh pelanggan kami yang sebelum kejadian ini belum membeli plywood kami. Mereka menggunakan plywood untuk dasar dari lantai kayu. Sebelumnya tidak pernah ada masalah sampai akhirnya lantai tersebut terjatuh air dan basah. Pada saat basah plywood tersebut tidak rata sehingga mereka membuka untuk diganti. Pada saat dibuka plywood tersebut hancur dan kardus tersebut terlihat. Woww..
Di pasar, plywood biasa dijual dengan istilah KW1 atau KW2. KW berasal dari kata kualitas. KW ini sering digunakan diberbagai jenis barang, dari tas Gucci tiruan sampai keramik. Hal ini memang sudah sangat familiar di masyarakat. Tidak ada yang salah dengan istilah ini apabila hanya 2 macam plywood yang dijual yaitu yang baik dan yang kurang baik. Apabila lebih dari 2 macam plywood yang dijual, maka hal ini agak sulit diaplikasikan. Terlebih beberapa dari mereka mempunyai grade yang sama. Contohnya: plywood merk Palem memiliki 4 grade yaitu BBCC, UTY, UTY-1 dan Reject. Plywood merk Tunas memiliki 4 grade juga. Jadi semua ada 8 grade, bagaimana kita bisa menggunakan istilah KW diatas? Penggunaan istilah KW ini juga menutupi merk / pabrik plywood kepada pembeli.


